2.9 Cahyati

2.9

Cahyati

Cariyu-Bogor, 9 November 2001

Cahyati tidak tahu kapan ia dilahirkan. Menurut Ibu Cahyati ia masih kanak-kanak ketika Jepang datang. Cahyati tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Kalaupun bersekolah, itupun sekolah agama atau mengaji.

Setelah peristiwa G 30 S, Cahyati ditangkap dan ditahan di Koramil Cariyu Bogor, dengan alasan terlibat PKI. Lebih dari satu tahun Cahyati harus mendekam di tahanan Koramil. Setelah itu ia dibebaskan dan harus menjalani wajib lapor. Tidak lama setelah bebas Cahyati kembali ditangkap dan ditahan. Menurut pengakuannya, selama menjalani penahanan dan pemeriksaan ia tidak pernah mengalami kekerasan.

Cahyati tidak tahu informasi tentang Peristiwa G 30 S. Yang ia tahu hanya ia ditangkap karena alasan terlibat dengan organisasi Gerwani dan PKI. Tuduhan ini didasarkan pada catatan yang dimiliki oleh pihak Koramil. Di mana pada waktu sebelum peristiwa G 30 S Cahyati pernah mengikuti rapat-rapat dengan orang-orang PKI. Padahal Cahyati ikut dalam rapat tersebut karena ajakan orang tuanya. Dan baru sekali ia ikut dalam arisan organisasi, yaitu arisan beras.

Selama menjalani masa tahanan, Cahyati dipekerjakan di rumah seorang sersan dari Koramil. Sedangkan tahanan laki-laki dipekerjakan untuk membangun saluran air. Sedangkan untuk makan, biasanya Cahyati dikirimi makanan dari rumah oleh ayahnya. Setelah menjalani penahanan Cahyati dikenakan wajib lapor seminggu sekali ke koramil selama tiga tahun.