2.23 Sudarno

2.23

Sudarno

Cipanas, 16 Maret 2001

Sudarno dilahirkan di Cianjur tahun 1932. Ia sempat mengenyam pendidikan pertanian. Ia mempelajari bagaiman mencari bibit murni, penggarapan yang baik, pengairan cukup, pemupukan yang cukup dan pemberantasan hama.

Pada masa revolusi ia masuk dalam kelompok pelajar yang mengajari membaca dan menulis kepada tentara yang buta huruf. Pada saat itu banyak berdiri badan-badan perjuangan seperti TKR, Laskar Rakyat, Laskar Hisbullah, Laskar Sabililah dan lain-lain. Pada masa clash kedua ia berperan sebagai kurir. Pada masa APRIS ia menjadi juru tulis Desa Ciranjang.

Saat memperjuangkan tanah warga, oleh wakil Gubernur Bandung Astra Winata ia disarankan untuk bergabung dengan Barisan Tani Indonesia (BTI). Bersama 58 orang rekannya ia pun bergabung dengan BTI. Selama bergabung dengan BTI Sudarno banyak terlibat dalam implementasi Undang Pokok Agraria dan kerja-kerja di panitia Land Reform.

Pasca G 30 S, Sudarno ditahan. Ia sempat ditahan di Cianjur. Kemudian dipindahkan ke tahanan Sukamiskin selama lima tahun. Tahun 1975 ia disidang dan divonis 16 tahun, 6 bulan penjara. Sudarno dituduh mengadakan rapat gelap, terlibat pembunuhan para jenderal. Dalam penggolongan ia dimasukkan dalam golongan A.

Selama ditahan, ia sempat mengalami penyiksaan. Namun ia mengaku lebih beruntung di Lembaga Pemasyarakatan (LP) daripada ditahan di Koramil, Kodim. Sebab di LP ia masih mendapat jatah makanan.

Tahun 1992 ia dibebaskan dan dikenakan wajib lapor. Sementara itu, setiap setengah bulan sekali, ia dan tapol lainnya diwajibkan “kerja bakti” membersihkan jalan dan kantor.