3.42 Sudikem

3.42

Sudikem

Purwodadi, 28 Agustus 2000

Sudikem lahir pada 1943. Orangtuanya adalah pedagang sapi. Belum sempat menyelesaikan SR ia dijodohkan oleh orangtuanya. Hanya delapan bulan usia pernikahan tersebut. Mereka bercerai.

Tahun 1960 Ia menikah dengan seorang guru dan juga Kepala Sekolah SD Liran. Tahun 1965,Yahya, suaminya menjalani studi persamaan di Demak. Ia tidak tahu secara persis tentang kegiatan suaminya. Tiba-tiba ia memperoleh kabar bahwa suaminya dinyatakan terlibat dalam G 30 S. Suaminya ditangkap aparat dan dibawa ke kamp penahanan Baperki. Ketika ditangkap mereka sudah memiliki dua orang anak yang masih kecil.

Satu bulan berikutnya Yahya dipindah ke daerah Getak. Ia ditahan di sebuah gudang milik keluarga Tionghoa yang dijadikan tempat penahanan oleh aparat keamanan. Tiga bulan kemudian Yahya dibebaskan. Ia memilih bertani, sebab sudah tidak lagi menjadi guru. Sejak Yahya ditahan, gaji sebagai guru tidak lagi ia terima.

Kehadiran Yahya di tengah-tengah keluarga ternyata tidak berlangsung lama, Tahun 1968 kembali terjadi penangkapan terhadap mereka yang dituduh anggota atau simpatisan PKI. Yahya kembali ditangkap. Ia dibawa ke kamp Kuwu. Dalam kamp Kuwu, Yahya hanya bertahan satu bulan. Ia meninggal dunia dalam kamp tersebut. Menurut kesaksiaan beberapa orang tapol, Yahya meninggal dunia karena mengalami siksaan berat. Ia kerap disetrum dan diinjak-injak.

Menurut Sudikem, latarbelakang penangkapan suaminya tahun 1968 adalah persoalan pribadi. Seseorang bernama Nyaman menyukai Sudikem. Nyaman meminta Sudikem meninggalkan suaminya dan menikah dengannya. Nyaman mengancam, jika Sudikem menolak, suaminya akan ditangkap dan ditahan. Sudikem menolak, ia tak bergeming dengan ancaman nyaman.

Akibat kejadian tersebut, keluarga Sudikem sempat mengalami diskriminasi. Anak-anaknya sempat kesulitan mencari surat keterangan dari kelurahan.