6.18 Barda

6.18

Barda

Kapal, 10 Januari 2001

Barda lahir tahun 1927 di Kapal, Bali. Ia sempat mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat sampai kelas lima. Orangtuanya bekerja sebagai montir mobil pada tentara pendudukan Jepang dan Barda kerap diajak ke bengkel mobil tempat ayahnya bekerja.

Pada era dibentuknya badan-badan perjuangan, ia bergabung dengan TKR sebagai sopir dan montir. Pada masa itu ia sempat ditahan oleh tentara pendudukan Jepang dan kemudian dibebaskan setelah ada tekanan dari Jakarta.

Pada era kemerdekaan ia bekerja sebagai montir pada bengkel milik ABRI di Denpasar. Lalu pada tahun 50-an, di Bali sedang marak pembentukan organisasi massa dan organisasi politik yang berlomba-lomba menarik simpati masyarakat agar menjadi anggotanya. Ketika itu Barda memutuskan untuk bergabung dengan PKI.

Kegiatan-kegiatan yang sedang dijalankan PKI pada saat itu adalah memperbaiki rumah warga, membuat rumah untuk warga miskin dan menjalankan landreform.

Tahun 1965, setelah pecah Peristiwa G 30 S Barda ditahan oleh CPM dan baru dibebaskan setelah menjalani 14 tahun masa penahanan di berbagai tempat penahanan di Bali. Selama di tahanan, ia menyaksikan tahanan yang dibon, dibunuh, disiksa, mati karena penyakit, stres, dan karena sebab lain. Namun ia juga melakukan aktivitas lainny seperti membuat kerajianan ember dan dandang dari drum bekas yang kemudian dijual istrinya saat berkunjung, dan juga bekerja di bengkel CPM.

Saat ini ia akan memperjuangkan nasib dan sejarah hidupnya dan korban lainnya untuk memperoleh keadilan dan kebenaran.