4.4 Jumaroh

4.4

Jumaroh

Yogyakarta, 10 Oktober 2000

Lahir pada 1926. Pendidikan SMP di Yogyakarta. Tahun 1942 menikah dengan seorang laki-laki yang juga berasal dari Jogya. Suaminya bekerja pada perusahaan garam milik Jepang di Pati, Jawa Tengah. Pada masa revolusi ’45 rumahnya sering digunakan untuk berkumpul para tenatara republik. Pada 1947 anaknya yang pertama lahir. ketika duduk di bangku sekolah, anaknya menjadi anggota IPI, Ikatan Pelajar Indonesia.

Pasca peristiwa G 30 S suaminya ditangkap dan ditahan di LP Wirogunan dengan tuduhan terlibat dalam organisasi Lekra. Karena orang tuanya ditahan, anak pertamanya pun ikut masuk dalam tahanan. Selama dalam masa penahanan, suaminya dijadikan tenaga kerja paksa oleh pihak penjara. Sementara anaknya menjadi pembantu rumah tangga pekerja penjara.

Awal 1970 suami Jumaroh dibebaskan. Tahun 1972 suami Jumaroh kembali ditangkap dan dibuang ke Nusakambangan hingga tahun 1979. Sepulang dari Nusakambangan suami dan anaknya dikenakan wajib lapor dan mengikuti Santiaji.

Pada 1986 suami Jumaroh meninggal dunia lantaran tekanan batin. Ia merasa belum bebas walaupun ia telah dibebaskan dari Nusakambangan. Suaminya berpesan agar cucunya tidak diberitahu mengenai sejarah kakek dan ayah mereka yang pernah masuk penjara. Ia tidak ingin keturunannya menjadi pendendam.