3.49 Kustini

3.49

Kustini

Purwodadi, 30 Agustus 2000

Kustini lahir di Wirosari, Purwodadi, tanggal 10 Oktober 1929. Ia berasal dari keluarga petani. Pada masa revolusi ia bergabung dengan Palang Merah Indonesia. Tamat Sekolah Pendidikan Guru ia kemudian mengajar. Selain mengajar ia juga aktif dalam Gerwani. Jabatannya adalah ketua anak cabang Gerwani. Kustini menikah pada tahun 1948. Suaminya adalah mantan pejuang dari kesatuan Ronggolawe, dengan pangkat terakhir sersan. Setelah tidak lagi aktif di ketentaraan, suaminya aktif di Pemuda Rakyat (PR). Dari perkawinan mereka lahir empat orang anak.

Pascaperistiwa G 30 S, tepatnya tanggal 11 November 1965, Kustini dan suaminya dinyatakan terkait dengan Peristiwa G 30 S. Mereka kemudian ditahan. Mereka dibawa ke Semarang dan kemudian ke Ambarawa. Sampai di Penjara Ambarawa, Kustini tidak tahu lagi keberadaan suaminya. Kustini mengalami penganiayaan saat diperiksa. Kustini nyaris dieksekusi, beruntung mobil yang mengangkut para tahanan tidak cukup mengangkut jumlah tapol yang akan dieksekusi mati. Ia dan sembilan tapol lainnya luput dari proses eksekusi mati. Dari Penjara Ambarawa Kustini dikirim ke kamp Pelantungan. Kamp tahanan khusus perempuan.

Tahun 1966, Kustini mendapat informasi dari seorang polisi yang sempat mengikuti proses eksekusi para tapol. Polisi tersebut mengatakan bahwa suami Kustini sudah meninggal. Di Pelantungan ia dan tapol lainnya sempat mendapat kunjungan dari HJC. Princen dan tokoh atau badan-badan luar negeri lainnya. Kustini sempat diwawancarai dan ia pun menceritakan apa saja yang pernah ia alami. Selama dalam tahanan, ia dan tapol lainnya sering diminta membantu masyarakat, antara lain memperbaiki sungai, jalanan, dan lain-lain.

Tahun 1978, Kustini bebas. Ia kembali ke Purwodadi. Untuk biaya hidup dan biaya sekolah anak-anaknya, kustini menerima jahit baju dan rias pengantin. Salah seorang anaknyapun behasil menjadi pegawai negeri sipil.