3.45 Mislan

3.45

Mislan

Purwodadi, 20 Agustus 2000

Lahir pada 1929. Pendidikan hanya sampai SR tiga tahun. Tamat SR ia menjadi penggembala kerbau. Tahun 1953 menikah dan dikaruniail ima orang anak. Tahun 1955, ketika partai politik mulai marak di Indonesia, Mislan sudah tertarik dengan PKI. Kemudian ia masuk ke dalam organisasi BTI. Di BTI ia menjadi pengurus organisasi BTI di tingkat kecamatan. Tahun 1963 ia sudah tidak lagi menjadi fungsionaris organisasi BTI.

Tahun 1965, pascaperistiwa G 30 S Mislan ditangkap karena keterlibatannya dalam BTI. Setelah diperiksa dan ditahan selama tiga bulan, Mislan akhirnya dilepaskan. Walaupun ia sudah bebas namun ia tidak memperoleh kebebasan sepenuhnya. Sebab ia harus melakukan kerja paksa. Ia dipaksa membangun jalan atau membangun desa tanpa menerima upah.

Selama masih ditahan jatah makan sangat minim. Untuk bertahan hidup ia mengandalkan makanan kiriman keluarganya atau pemberian dari teman-temannya sesama tapol.

Tahun 1968 Mislan kembali ditangkap. Ia dituduh dengan tuduhan yang sama sekali tidak ia mengerti. Dalam pemeriksaan ia mengalami penyetruman dan pemukulan. Karena tidak kuat dengan siksaan akhirnya ia mengakui tuduhan tim pemeriksa Dalam penahanan kedua ia ditahan di kamp Kuwu dan Kamp Keradenan yang dikenal sebagai kamp pembantaian. Tiap malam banyak tapol yang dipanggil dan tak pernah kembali. Jika yang dipanggil malam biasanya dengan mata tertutup dan tangan terikat.

Pada penahanan kedua, Mislan dibebaskan tahun 1971. Ia luput dari pembuangan ke Pulau Buru.

Ketika bebas untuk kedua kalinya, di kampungnya Mislan merasa terintimidasi dan terteror. Ia memutuskan untuk pergi dan mencari nafkah di Semarang. Anak isteri terpaksa ia tinggalkan. Sampai saat ini anak-anak Mislan masih mengalami trauma. Mereka tidak ingin peristiwa masa lalu kembali terulang. Untuk itu mereka melarang Mislan aktif dalam organisasi korban ’65.