Tanggal 14 Agustus 2009, sekitar lima kali saya menelpon rumah Joesoef Isak. Pembantu dirumah yang menerima telepon menjawab bahwa pak Joesoef sedang kontrol ke rumah sakit. Saat itu Joesoef Isak sudah beberapa bulan terakhir terkena penyakit agak berat. Tabung gas ...Baca Selanjutnya
Seputar Jakarta – Amsterdam – Paris: Hasta Mitra - Manus Amici - Koperasi Restoran Indonesia
ditulis untuk bahan andrew dananjaya
Beberapa waktu lalu diadakan peringatan ultah Hasta Mitra, di tempat kediaman Dolorosa Sinaga – Ardjuna Hutagalung di Jalan Pondok Gede Raya. Pada ...Baca Selanjutnya
Setahun lalu. “Semuanya sudah saya serahkan kepada Indonesia. Semuanya. Tapi kenapa begini jadinya?” Pram tergeletak sakit di kamar depan rumahnya di Utan Kayu. Untuk pertama kali saya melihat Pram menangis. Saya hanya diam sambil memijat-mijat kakinya yang tidak sakit. Baca Selanjutnya
By Max Lane
14 SEPTEMBER, 2006
On April 20 2004 in a gala ceremony in New York the American PEN Center honoured Indonesian publisher, Joesoef Isak, with the 2004 Jeri Laber Freedom to Publish Award. The award was given to Joesoef Isak ...Baca Selanjutnya
Harian Kompas, Jakarta,Kamis, 29 Maret 2004.
Oleh Retno Bintarti
PERUBAHAN politik di Tanah Air belum berhasil mengubah beberapa kebijakan lama. Sampai sekarang, misalnya, status buku-buku karangan Pramoedya Ananta Toer masih dilarang beredar. Secara formal larangan yang pernah dikeluarkan Jaksa Agung itu belum ...Baca Selanjutnya
[INDONESIA-L] IBRAHIM ISA - Buku tentang Siauw Giok Tjhan dan Baperki
From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Sun May 28 2000 - 11:42:12 EDT
From: "Ibrahim Bramijn" < herri@worldonline.nl>
To: < herri@worldonline.nl>
Subject: Kolom IBRAHIM ISA: Sambutan terhadap terbitnya buku "Sumbangsih Siauw Giok Tjhan dan Baperki dalam Sejarah ...Baca Selanjutnya
Koran Tempo: Ruang Baca Edisi 24 January 2006
Percakapan
JANGAN BERHENTI MELAWAN
Di sudut ruangan terdapat bufet yang di atasnya terpajang foto-foto cucu-cucu Joesoef dan foto pernikahannya pada 1956. Di sudut yang lain meja-meja kecil sebagai tempat aneka barang kerajinan. Baca Selanjutnya
Razif
Menulis di bawah rezim represif adalah pekerjaan berat. Tidak semua orang melakukannya. Tapi menerbitkan buah pikiran yang direpresi dan menghadirkannya kepada publik di bawah represi adalah pekerjaan luar biasa. Apalagi jika yang melakukannya adalah kumpulan orang yang lebih dulu dianiaya ...Baca Selanjutnya
MASIH segar dalam ingatan ketika tahun 1980 terbit sebuah buku berjudul Bumi Manusia. Karya pertama dari rangkaian tetralogi buah pena Pramoedya Ananta Toer yang diterbitkan penerbit Hasta Mitra (HM) ini mendapat sambutan masyarakat, terjual 60.000 eksemplar hanya dalam waktu ...Baca Selanjutnya
Pramoedya Ananta Toer
Sejak 17 Agustus 1945 aku menjadi warganegara Indonesia, sebagaimana halnya dengan puluhan juta orang penduduk Indonesia waktu itu. Waktu itu umurku 20. Tetapi aku sendiri berasal dari etnik Jawa, dan begitu dilahirkan dididik untuk menjadi orang Jawa, dibimbing ...Baca Selanjutnya